Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Time Frame Dalam Dunia Trading

Apa itu Time Frame?

Time body adalah periode waktu untuk sebuah candle dalam grafik yang hendak dianalisis. Dalam sebuah grafik dengan time line satu hari akan berisikan enam candle dengan time body satu jam karena market buka dari jam 9 pagi hingga four sore dan istirahat selama satu jam.

Biasanya, dealer pemula hanya menggunakan grafik dengan time body bawaan saja yaitu Daily (1D), dan mengabaikan tren yang lebih besar di time body Weekly (1W) dan Monthly (M1). Atau sebaliknya terlalu fokus pada tren M1 dan W1 namun lupa untuk turun ke time body yang lebih kecil untuk mendapatkan sinyal beli-jual yang lebih akurat.

Cara Menentukan Rentang Waktu pada Grafik
Untuk hasil buying and selling terbaik kamu mestinya bisa melihat manfaat dari penggunaan berbagai rentang waktu. Ada sebuah aturan umum bahwa makin besar time frame-nya, makin terpercaya sinyal yang diberikan. Idealnya, dealer akan menggunakan time body yang lebih besar untuk mencari tren utama dan mendapatkan wawasan tentang arah pergerakan sebuah saham. Lalu ketika hendak melakukan pembelian, seorang dealer akan turun ke time body yang lebih kecil untuk mencari pullback yang menentukan titik masuk yang baik.

Jadi dalam menentukan tren, ingatlah bahwa grafik dari time body yang lebih kecil hanyalah sebuah pergerakan dari grafik dengan time body yang lebih besar. Penentuan tren utama dan menengah akan tergantung pada gaya buying and selling kamu.

  • Jika kamu adalah dealer tipe swing, yang berfokus pada grafik harian, kamu bisa gunakan rentang waktu secara mingguan sebagai patokan tren utama. Lalu untuk mencari sinyal jual dan beli kamu bisa tentukan tren dengan menggunakan grafik dengan rentang waktu 60 menit atau Hourly (1H).
  • Namun jika kamu menyukai buying and selling singkat intraday; beli pagi jual sore, atau sebaliknya beli sore lalu jual pagi pasca pre-opening, maka kamu bisa tentukan tren utama dengan melihat grafik time body 60 menit (1H). Sedangkan untuk melihat titik masuk dan keluar, kamu bisaperhatikan grafik di time body 5 menit (5M) dan 15 menit (15M). Kamu tidak perlu melihat grafik time body 1 menit (1M) karena untuk jangka waktu sangat pendek yang kamu butuhkan bukan lagi grafik namun pembacaan bid/offer (Tape Reading). Itu akan lebih berguna. Pembacaan bid/offer akan membantu kamu untuk buying and selling singkat, melihat kecepatan transaksi, kecepatan penambahan volume, menentukan bantalan di bid dan offer. Untuk melihat arah gerak dalam beberapa jam ke depan maka kamu bisa lihat di grafik 15 menit atau 1 Jam saja.
  • Jika kamu tipe dealer jangka yang lebih panjang yang memegang saham dalam waktu beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan maka kamu sebaiknya melihat grafik Monthly (M1). Di grafik dengan time body 1M kamu akan dapat mengidentifikasi tren utama, sedangkan untuk sinyal masuk dan keluar bisa kamu dapatkan dari grafik dengan time body Daily (1D).
  • Pemilihan rentang waktu yang akan digunakan pada grafik berbeda-beda untuk setiap trader. Kamu bebas berpindah-pindah rentang waktu tergantung pada seberapa aktif kamu melakukan trading. Jangan habiskan waktu terlalu lama untuk menentukan rentang waktu terbaik, karena dinamika pasar ada di setiap rentang waktu.
  • Jika ada seseorang yang berkata “Time body 5 Menit terlalu volatile” maka sebaiknya kamu jangan dengarkan saran buying and selling dari orang tersebut karena artinya orang tersebut tidak memahami yang dibicarakan. Volatilitas akan tergantung pada waktunya, bukan pada rentang waktunya, misalnya di pembukaan dan penutupan market atau ketika ada berita rilis dan ada pengumuman laba bersih.
  • Ketika ada rilis laporan keuangan, maka volatilitas yang tinggi akan terlihat baik di rentang waktu secara harian, 15 menit, maupun 1 menit. Dalam keadaan standard maka volatilitas juga cenderung rendah, kamu akan melihatnya baik di rentang waktu 5 menit maupun daily. Kamu akan paham ketika menyaksikan langsung pergerakan saham IPO di hari-hari pertama melantai di grafik Daily, Hourly, 15 menit dan 5 menit.

Akan lebih tepat mengatakan bahwa rentang waktu 1 Menit lebih ‘berisik’, dan bukannya lebih volatile, dari pada rentang waktu day by day karena memang grafik dengan time body lebih kecil menghasilkan lebih banyak sinyal. Sinyal yang dihasilkan di rentang waktu yang lebih rendah cenderung menghasilkan lebih banyak kesalahan.

Idealnya, dealer akan memilih rentang waktu utama yang mereka minati sesuai gaya buying and selling masing-masing. Kemudian memilih rentang waktu yang lebih besar dan lebih kecil lagi untuk melengkapi rentang waktu yang utama.

Dengan demikian, grafik jangka panjang adalah untuk menentukan tren utama, sedangkan grafik dengan rentang waktu yang lebih rendah adalah untuk memberikan sinyal perdagangan. Grafik jangka sangat pendek untuk memberikan akurasi masuk dan keluar.

Usahakan jangan terjebak di grafik jangka pendek dengan menghabiskan waktu terlalu banyak menganalisis di time body rendah. Gabungkan dengan analisis Tape Reading untuk hasil yang lebih baik di rentang waktu yang rendah.

Posting Komentar untuk "Mengenal Time Frame Dalam Dunia Trading"